Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

May 4, 2020

Stay at Home Week 8 : How Are You Doing?

Assalamu'alaykum Wa Rahmatullahi Wabarakatuh, Halooo, Apa kabar?


Akhirnya mampir lagi ke blog ini, bertahun-tahun terlewati, lama banget. Kesini, akhirnya mau nulis lagi setelah bingung mau ngapain lagi. Terakhir posting pas tepat 3 tahun yang lalu, yak 3 tahun persis. Nulis disini lagi mungkin karena sudah jengah dengan keseharian terkungkung di apartemen seluas 70m2an, hanya berteman TV, laptop, tanaman, dapur, kasur, bantal, guling, mesin cuci, balkon dan kulkas. Nggak ngerti kenapa menyebutkan barang - barang itu sebagai teman, karena asli, human interaction is very least for the pas 8 weeks. Gimana nggak, cuman ngobrol sama Pak Satpam pas ambil paket kiriman, sama mbak penjaga Indomaret, sama Bapak tukang air mineral :D dan yang paling disyukuri adalah sampai hari ini diberi kesehatan... Alhamdulillah...

Iya, ini masih masa hits pandemi Covid-19 itu, sebuah fenomena dunia yang mengubah semua orang dalam berinteraksi. Sudah nggak ada lagi nongkrong-nongkrong sama temen pas weekend, kerja dari rumah (Work from Home - WFH) dan yang agak sedih, nggak bisa pergi keluar - keluar dengan bebas, seperti keluar kota atau pulang ke kampung halaman.  Pandemi ini memang seperti cobaan seluruh dunia, yang kalau dibaca-baca, even pandemi ini seperti pandemi di tahun 1918 Spanish Flu. Level penyebaran yang sangat cepat dan masa inkubasi yang cukup lama, bikin pandemi Covid - 19 ini sangat fatal dan mengerikan. Berita banyak banget meliput ini, mulai yang ilmiahnya, cara-cara pencegahannya, semuanya, seolah2 informasi itu seperti tsunami buat kita yang orang awam ini. Intinya pembatasan interaksi antar manusia dibatasi, maka adalah beberapa jalan keluar dalam kegiatan sehari - hari, work from home, online shop, pesan antar dan sebagainya. Impact ekonomi juga luar biasa, terutama buat rakyat yang penghidupan berdasarkan upah harian atau hasil kerja harian, kebayang penderitaan orang sebanyak itu T_T.

Awal - awal stay at home atau work from home ini bener - bener bikin sedikit depresi, iya, karena selain memang secara mental belum beradaptasi, informasi yang luar biasa masuk ke kepala ini, waktu kerja yang amburadul (aseli sebagai pegawai pipa telekomunikasi masa-masa ini dituntut dedikasi yang lebih, termasuk weekend dan tanggal merah), tiap hari dengan ambulance (beneran 6 - 1- kali sehari) dan mengatur asupan makanan sama olah raga. Selain itu the feeling of uselessness mendera, merasa bahwa kita kurang kontribusi terhaap diri sendiri maupun orang lain, walaupun sudah berdonasi dan sudah bekerja lebih. 2- 3 minggu pertama emosi luar biasa, astaghfirullah klo ingat itu semua orang rasanya dimarahin T_T, kerjaan datang seperti banjir bandang. Alhamdulillah diberi kesibukan walaupun memang mengatasi keadaan psikologis ini, perlu bertahap, iya lebih rajin ibadah, lebih sering ikut kajian, semoga mengobati dikit demi sedikit. Aamiin...

Hari ini 4 Mai 2020, atau tanggal 11 Ramadhan 1441 H, masih suasana Ramadhan, tapi beda banget. Tahun lalu masih bisa jamaah tarawih di masjid, baik di kantor atau masjid - masjid lainnya yang menyelenggarakan tarawih berjamaah. Biasanya sama temen-temen ikut safari tarawih sekalian, ikut kajian di masjid. Membayangkan itu aja sekarang, yang sehari-hari memang terbiasa sholat munfarid, tapi di Ramadhan ini, masuk hari ke 11, rasanya ada yang hilang. Paling nggak biasanya awal-awal puasa pulang ke Surabaya, tengah-tengah nanti safari tarawih sama temam-teman, terus 10 hari terakhir ada agenda mabit untuk i'tikaf di masjid bareng temen-temen, dan yang ditunggu adalah mudik, iya pulang ke tempat papa -mama dan adik-adik, kumpul keluarga dan lain sebagainya. Nggak tau apakah tahun ini bisa menjalani seperti tahun lalu, kalaupun nggak, yah sudah mencoba menyiapkan mental dari sekarang, walaupun sedih memang nggak bisa terhindarkan.

Fenomena lain dalam waktu -waktu ini adalah, adanya pemotongan THR yang tentu saja sebenarnya untuk disumbangkan perusahaan ke yang membutuhkan. Masih mengirimkan formulir kesediaan dan nilainya sudah diberikan, atau boleh bebas dengan nominal minimal 100ribu. Kadang harus disyukuri masih menerima THR tahun ini walaupun memang disesuaikan untuk didonasikan perusahaan. Nggak kebayang sekarang sudah banyak yang tidak bergaji, boro-boro THR. Cuman berdoa semoga semua ini bisa bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan. Aaamiiin.

Disela-sela WFH, kira-kira ngapain aja ya, buanyaaak, selain kegiatan ibadah, akhirnya melakukan beberapa kegiatan lain, yang nggak perlu keluar dari apartemen, kira-kira ini list diantaranya:
  1. Video Call sama Mama - Papa & teman-teman. Ya berusaha berinteraksi dengan siapapun secara virtual itu perlu, apalagi kalau yang tinggal sendirian macam diriku ini
  2. Nonton Film & Serial. Sudah nggak terhitung berapa serial diselesaikan dan berapa film yang sudah ditonton, Kdrama, Western sampai film berbahasa asing lain (Jerman, Spanyol dst), nanti kubikin sinopsis dan reviewnya mungkin ya, karena film - film yang kutonton mungkin ada beberapa yang ga mainstream. Psst... aku rela langganan nomer operator sebelah supaya bisa nonton Netflix hahahha (that far.....)
  3. Masak, yahhh, bukan yang heboh juga sih dimakan sendiri, paling tumis-tumis aja, paling mewah masih cuman sukiyaki wkwkwkwk
  4. Olah raga online. Ya, sebelum pandemi ini sudah doyan olah raga, walaupun ya gitu anggi gampang banget bosen dan susah istiqomahnya klo sudah di atas 2-3 bulan, nah pas WFH minggu ke 1 - 4 masih mayan rajin 1- 3 kali seminggu, sekarang hmm, kenapa kalau puasa itu jam semakin cepat berlalu ya
  5. Ikut kelas online/webinar. Yaaa dari sekian periode masa lihat - lihat dan mempertimbangkan maka akhirnya ikut webinar berbayar, walau baru sekali (wakwaw) tapi insya Allah berfaedah. Selain webinar berbayar kebanyakan lihat kajian sama tutorial gratis di youtube. Mau nambah webinar berbayar lain, masih mempertimbangkan sih, milih yang mana (sampe sekarang masih tahap mempertimbangkan
  6. Membeli Mengadopsi tanaman. Huwaaaaa... setelah mempertimbangkan banyak hal (yak Anggi adalah penimbang keputusan yang ulung, karena belum tentu diimplementasikan) akhirnya membeli beberapa tanaman hias, untuk bisa menghibur diri. Keputusan yang berat sih karena memang tahu sifat diri yang suka gampang bosen dan mager ini mempertanyakan komitmen pelaksanaan (halah) maka dipilihlah tanaman -tanaman dengan kesuksesan hidup tinggi (kalau kata temenku sih gitu) dan yang pasti murah (kalau ditambah ongkir nggak juga sih ya). Sekarang sudah terkumpuk sekitar 7 tanaman yang sudah dibeli diadopsi, dan sudah mulai dirawat sesuai dengan teori yang dibaca dan dipelajari (yak, beneran nyatet sama how to nya) semoga aja bisa bertahan ya tanamannya, ya keistiqomah-an ini. Kayaknya nanti mau bikin blog sendiri tentang ini
    5 Tanaman yang dibeli 
  7. Memotong rambut sendiri. YAAAA.............. akibat terlena dan terbiasa procrastinating alias menunda-nunda potong rambut dan keburu pandemi, yaaa akhirnya motong rambut sendiri. Gimana caranya? well buka youtube dan cari "bagaimana cara memotong rambut sendiri" atau "How to cut your own hair" hahaha, alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan
  8. Bikin video tiktok. Hmmmm sebenernya bukan video sendiri sih, tapi tiktokannya satu bagian besar di kantor. Ternyata susah, takenya harus 4 - 5 kali heuheu.... i give respect to those who make videos like these to be viral
  9. Ngisi template - template IG Story. Yaaaa... ini ngetren di minggu - minggu pertama stay at home, ga tau ada berapa ya yang sudah dibuat, sampai - sampai bosen sendiri, entah gunanya apa, faedahnya apa selain viral dan lagi tren
  10. Menggambar. Iyaa, kemarin weekend akhirnya bongkar - bongkar peralatan hobi, ternyata masih ada cat air sama pensil cat air, lumayan lah, killing time, walaupun mungkin masih kaku lagi tangannya, karena mungkin gambarnya terakhir tahun lalu, hahahahaha.
Sekian lah ya, rangkuman ngapain aja selama 8 minggu ini, 3 tahun berlalu dari update terakhir dari tulisan terakhir di blog, semoga ada waktu yaa.... nulis - nulis update lagi :) See you..

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh




Apr 24, 2017

Why Am I An Assh*le? But So Is Everyone Else...

Yes, I'm still here, Alhamdulillah, in a healthy condition despite my struggle for obese-type-of-not-wanting-to-diet thingy.. and yes, I'm still single and already a thirty something person... well I don't know what people say about my condition (the single thingy) since I never listen what other said like forever..

But it's 2017.. yes 2017, it's like everything's grown and changed like within a blink of eye.. many things has shifted, like morals, habits, economy -yeah right- and trends. Talking about behavioural trends, sometimes I ask myself, "Where has the gentlemen's gesture gone?"... Yep, I call it, "gentlemen gesture", what is that? well simple things, like giving hand to a woman, girl, or female while she's on a stair, giving her a ride when it's midnight already even though the road is contradictory.. may be the examples are too much, but like giving a girl compliment just to make her smile, is just too rare lately. Or as simple as open a seat or a chair to woman without being asked, now I would call it a miracle.

It doesn't have to make a woman helpless to accept that kind of gesture, or it's too western style or we demand it as equality.. NO.. NO.. NO... for me this kind of gesture is flattering, and it's so rare to find lately, that a boy or a man with intentionally has a bad tendency towards women can use this as one of their methods. Yeah, this kind gesture sometimes misinterpret into a bad intention to get short pleasure.

Who do I have to blame? the equality movements? the independence fight for women so that we -as women- need no help from men? well what is the meaning equal? well I have said there once during my bachelor degree era, I said that equal for men and women are not the same, well we cannot kill the nature side of men or women. I took a degree that majority is men, electrical engineering but it didn't make me lost my feminine side, it did improved and boosted my feminine side because it was easy to be acknowledged as a rare creature in the field. Raised and grew in this kind of situation made me a very loud and outspoken person, though I still uphold the feminine side of me. Showing your feminine side is not, once again NOT stupid, it shows that you have taste and sensitivity more than other, not as a weakness but as a strength that can only be felt as a woman.

Well I demand these gentlemen gestures as a woman, it would not make me as an as*h*le right? because it becomes my requirement for a man.. well don't you want to be treated as a lady despite recent styles of life.. likewise an as*ho*e??


-Jakarta, April 24th, 2017-  


Sep 8, 2013

How I miss the old me....

"Success is going from failure to failure without a loss of enthusiasm." – Anon

Have you ever wanted to go back in time? or just to feel the same energy like you had before? The enthusiaism, the craving for new things.... are some of the part the I miss the most....

Ada beberapa titik dalam kehidupan dimana aku bisa overcome things that I never imagined to face to... I was once never feeling lonely when I was alone. I was once bravely facing everything while I was so exhausted and even clueless. I was once a person who had a strong belief and dream. I was so determined in anything comes to my life in any way I could. But now, why do I feel everything is different?

A friend told me that I'm not in the same teritorry as I was before, where currently everything's more heterogent and challenging than before. I need to be more tactical in a very simple thing in my life. But is that what I want? Is that what I want to achieve? or I just don't want to learn? or I just don't want to change? or I just want to be in the safe side?

Many things wandered in my head, my fears, my regrets, my thoughts, my questions, my instability. Well, perhaps some one can be changed because of the environment or the forces are bigger than their life so they should change and survive. But become a survivor is not enough here, so what should I do? I just miss the old me, with the courage and the hope :(

..looking back over my shoulder.....




Jul 15, 2013

I can, can't I?

Banyak buku personality self help ataupun motivation book or theories yang bilang kita harus up to challenge, mengahadapi yang ada di depan kita, membuktikan bahwa kita bisa menyelesaikan masalah. Well, itu adalah most of theories, the optimist ones, the bright side of any effort we made.

Tapi entah kenapa, kalau diaplikasikan ke dalam diri sendiri, selalu ada pemikiran yang contradictory, atau bisa dibilang berlawanan dari apapun yang pernah aku hadapi ataupun yang ditugaskan dari orang lain, dalam hal ini adalah pekerjaan. Sering timbul pemikiran di kepala 'Kok semakin memberatkan sih?' 'Kok ga mau membantu dan malah menyusahkan' 'Ini kan seharusnya bukan saya yang mengerjakan' 'Mana bisa kalo saya yang ngerjain' 'Kok semua yang susah ke aku sih?'

Sifat overly risk averse ini, somehow membuat kepalaku cloudy, makes me so emotionally driven dan total bad tempered. Seorang teman pernah mengingatkan utk menghitung dari 1-10 sebelum mencoba merespon apapun baik pikiran maupun ucapan apalagi tindakan. It happened to me today, well I know I should've tried or at least scratched a simple concept and did a part of what requested. However, I managed to calm myself down for the first and it takes some time *sigh* Apalagi di tempat ini semuanya harus bergerak cepat dan dituntut cepat haphaphap ga ada waktu wandering around. Nah klo kayak gini terus aku gimana? berkembang ga yah? bisa ga yah? bisa kok bisa, pelan-pelan :)

Pernah menelpon bapak menceritakan IPK S2 yang tidak sesuai dengan keinginankua, beliau dengan pelannya bilang "Alhamdulillah masih di atas 3.5 ga harus perfect kok nak, disyukuri, dijalani dan dinikmati aja' nasihat ini seperti angin segar, tapi bertolak belakang dengan lingkungan yang menuntut nilai yg selalu tinggi almost reaching for perfection, it's hard :( however actually it's like a love-and-hate situation. I love the beat and every knowledge that I get but the other way I'm suffered from perfection pressure :(

Soundtrack kegundahan ini adalah lagu electro-pop-dance, Clarity by Zedd feat foxes, cool video and deep meaning lyrics :)



High dive into frozen waves where the past comes back to life
Fight fear for the selfish pain, it was worth it every time
Hold still right before we crash 'cause we both know how this ends
A clock ticks 'til it breaks your glass and I drown in you again

'Cause you are the piece of me I wish I didn't need
Chasing relentlessly, still fight and I don't know why

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?

(Hey-ay, hey-ay-ay. Hey-ay, hey-ay-ay. Hey-ay, hey-ay-ay. Hey-ay, hey)

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?

Walk on through a red parade and refuse to make amends
It cuts deep through our ground and makes us forget all common sense
Don't speak as I try to leave 'cause we both know what we'll choose
If you pull then I'll push too deep and I'll fall right back to you

'Cause you are the piece of me I wish I didn't need
Chasing relentlessly, still fight and I don't know why

If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?


(Hey-ay, hey-ay-ay. Hey-ay, hey-ay-ay. Hey-ay, hey-ay-ay. Hey-ay, hey)
Why are you my clarity?Why are you my remedy?Why are you my clarity?Why are you my remedy?
If our love is tragedy, why are you my remedy?If our love's insanity, why are you my clarity?

Jul 9, 2013

Hit again..Moment to Know My Self

Yes, It hits again, over and over again. I don't know why, perhaps this illness is closely related to mental condition. Yes, it's called gastritis, or biasa di sebut maag.

Kejadian ini bertubi-tubi menyerang, sudah hampir 3 minggu ke 3 dokter yang berbeda, diagnosanya sama --> Maag. Yang pertama awalnya pilek dan batuk seperti radang tenggorokan sudah hampir 2 minggu ga sembuh-sembuh akhirnya ke dokter spesialis THT karena suara totally hilang (Sabtu 29 Juni 2013), yang jadinya perlu bertahan dengan serak-serak sexy basah bertahan selama seminggu. Si Dokter THT ini bilang bahwa radang tenggorokannya sudah hilang tinggal pilek ringan saja, tapi ini waaah <it's like an 'aha' moment for the doctor while he was pointing his micro camera through my larynx> pita suaranya memang bengkak karena iritasi asam lambung. WHAATTT??!! asam lambung sampe pita suara. Well sama dokternya dikasih obat maag yg diminum sebelum makan dan obat antiradang. Well berjalan 3-4 hari obat maag ini ternyata punya efek samping, yaitu sembelit :( maka dihentikanlah ini obat (Pumpitor namanya) hari Jumat (5 Juli 2013) sudah ga minum dan bisa lancar BAB besok paginya.

Nah hari Sabtunya (6 Juli 2013) sorenya ada rasa aneh sakit diperut dari perut bagian kiri sampai kanan sampai ke pinggang dan punggung. OMG, ga tenang abis, takut karena ga selesai-selesai sakitnya langsunglah ke UGD. Maak UGD rumah sakitnya Full, luar biasa, ngeliat dokter jaganya yang cakep deep down inside stress menelpon dokter spesialis yang mgkn utk pasien lain. Ketika diperiksa sam si dokter, dia lsg bilang, ini makannya gmn, stress atau gmn? dan ketika si dokter meletakkan stetoskop di perut bilang waah ribut emang sih perutnya sama kembung. Alhasil dese cuman ngasih obat obat maag yg diminum sblm makan dan suplemen enzim plus anti mual. And I got dismissed home. 

The pain didn't go, as it hit again on Sunday night, on Moday I went to other hospital. This time, to the Internist - Gastroenterologist, which had the speciality in abdominal section. Well, he also recognized this as gastroesophagealreflux disease (GERD) yaah bahasanya sama lah yaaah Maag. Nah si dokter sempat mengindikasikan takutnya ada batu empedu kemudian diminta untuk USG dan ada treatment lain utk mendeteksi kuman dalam perut. Satu diagnosa dokternya yang mirip dengan dokter sebelumnya adalah ketika dia meletakkan stetoskop di perut, dia bilang emang ribut banget ini perut. Well the doctor said no more and asked me to visit again this Friday (July 12th 2013). Before that he seemed to ask me on the endoscopy procedure, but I rejected because it was too early and I'm afraid, so the doctor suggested to have USG instead though the radiologist said that she couldn't see the ulcer since it needs endoscopy. However, the Internist said it would be ok to have an endoscopy procedure since you would be sleeping during the process, but I couldn't when I was alone during the examination.

That was all one of hell stories, mungkin ada masalah dengan mental dan badanku ini mengingat apa yang terjadi akhir-akhir ini di pekerjaan. Well mungkin semua itu hanya di kepalaku, dan badanku bereaksi lebay luar biasa. Penasaran juga, waktu-waktu sakit ini, bikin berpikir menjadi lebih dalam. Not to mention tugas kuliah yang bisa dikerjaan pun juga berantakan *sigh*

Kalau dipikir-pikir, mungkin penyebabnya dari pikiran yang terlalu rumit, mungkin yah, karena sudah sekitar 1 bulan mencoba gaya hidup sehat dengan green smoothies dan memperbanyak buah-buahan. Kekurangan makanan padat bisa jadi pemicunya, karena asam lambung akan menghancurkan makanan padat yang masuk ke lambung. Tapi faktor pertama sangat signifikan sepertinya. Soal faktor pemicu seperti stress dan pikiran rumit bisa jadi pemicu dari semua ini. Walaupun mungkin seharusnya ga perlu reaksi lebay segitunya, it's only my head can control :(

Ada satu hal yang tiba-tiba terpikir ketika sakit begini, tentang sifat ini apakah turunan atau bagaimana. I have a head and a vision like my father's, which always seeking for perfection and excellence in ideas and implementations, while my body and mental condition are more to my mother's which always seeking for comfort and safe zone to be the best. Kedua hal ini tentu saja contradictory, sangat bertolak belakang, ketika kita ingin sesuatu yang excellent tapi ga mampu ketika berada di titik tekanan tertentu atau saat keadaan tidak sesuai dengan perencanaan dan gambaran di kepala. Well, do I angry to my parents for inheriting these? nope, I hope not though. It's not fair to blame someone else, where the one whose control you is yourself. 

A good friend of mine said I need to have a better life, a better quality of life, don't stuck just too busy in my head. Well, she's totally right, I just need to face it anyway, when it's not working good then it's fine at least you try at your best. Maybe it's because the environment I'm in always see perfection is a must and any tolerance of failure will kick you out of league. A league that I never had any intend to jump in, but I'm there anyway :( 

Well, that's all the rumbling moment of one's sickness, my father always reminds me to ne sincere in living my life, a friend also sent me a motivation "Alloh SWT will never be bored to hear your prayings untill you, yourself get bored"

Jun 23, 2013

Saya Pintar, Saya Bisa, Saya Sanggup...

Mungkin semboyan "Stay hungry, stay foolish" sangat terkenal buat memotivasi kita untuk terus belajar. Ga ada yang salah sih disini, cuman apa yah hubungannya sama judul postingan kali ini.

Saya ga percaya dan ga akan pernah percaya bahwa ada orang bodoh di dunia ini. Walaupun mungkin bisa dikatakan pintar dalam melakukan kesalahan berulang kali. Tapi apakah itu salah sehingga apa yg dipikirkan, apa yang dilakukan itu ternyata tidak sesuai dengan tempatnya? dan sekonyong-konyong dicap bodoh atau ga pintar. Well, it's just my thought, that every one has his/her own intelegencies, however perhaps they just don't use it in the right time, the right place, or with the right people.

Pemikiran ini timbul karena saat ini, orang-orang yang mungkin (in my opinion) by default gifted atau berbakat atau juga dibilang memiliki rezeki sejak lahir, ada di sekitar saya. Apa itu? misal cum laude di salah satu perguruan tinggi teknologi atau universitas yang diklaim paling favorit dan berkumpulnya 'orang-orang' pintar, lahir dari keluarga berkecukupan dan kerja di tempat impian semua orang. Ketika di dunia kerja mereka pas dan tepat sekali atau berhasil menemukan apa yang mereka gemari dan kemampuan mereka itu dikenali para atasannya. Dan dalam situasi dunia kerja, pada kenyataanya ga semuanya berhasil mendapatkan semua itu, or just simple orang-orang lain yang not just in time or stumbled on the wrong people or simply just in the wrong environment. Irony? may be... but the worst is when everything is being quantified alias dihitung secara kuantitatif berdasarkan angka dan kemampuan kognitif, well it all comes up with position for over performer or excellent performer.

Ada contoh lain, yang sering diceritakan oleh teman-teman saya, tentang jurusan kuliah atau penentuan jalan hidup seorang anak yang lulus SMU. Mungkin sekarang udah berubah jamannya, tapi mungkin kejadian seperti ini masih ada. Sering saya dengar bahwa orang tua selalu ingin anaknya jadi dokter, insinyur, atau jurusan favorit lainnya. Bila pun si anak akhirnya menuruti kemauan orang tuanya (ini kalo ternyata anaknya ga terlalu bertolak belakang keinginannya dari si orangtua) ada dua kemungkinan, si anak menemukan ritme kehidupannya di sekolah tersebut atau malah cabut karena under perform di kuliahnya.

Again, it's all about under perform, or just worng position, wrong choice, wrong time, and wrong position :(

Pernah saya mendengar keluhan dari seorang saudara dari anaknya yang ternyata dari semua tes kuliah di universitas negri (S1) gagal, baik jalur SMPTN ataupun jalur mandiri. Si anak yg syukurnya cukup terbuka kepada ayahnya, bilang "Pak, aku ini ga pinter ya?". Sedih kan yah kalau kita sebagai orang tuanya. Untungnya si orang tua berhasil menyemangati si anak yang akhirnya menemukan dunianya di pendidikan D3 and he perfomes well, very well I think.

Contoh di atas adalah contoh yang bagus akhirnya, masih banyak orang tua yang pada akhirnya tetap bersikukuh si anak untuk bersekolah di tempat yg menurut mereka baik dan mungkin pasaran saat itu sedang baik, atau berdasarkan ramalan kedepannya lulusan X dibutuhkan dalam jumlah banyak. Well, it's a mechanism for parents to express their love, hjowever most of the times it was not well communicated or just simply not well received. :)

Any way, kemampuan belajar itu yang penting. Oiya bukan hanya belajar tapi mengaplikasikan apa yang kita pelajari itu yang jauuuh lebih sulit :) (saya juga sedang belajar mengaplikasikan apa yang saya pelajari dalam hidup)

Sementara itu.... I don't care, I LOVE IT :)